PT Garuda Indonesia Merugi 2,5 Milliar

Peringatan keras diberikan pada para petinggi PT Garuda Indonesia (Persero) akibat keterlambatan dan pembatalan penerbangan yang meresahkan penumpang, dan Mustafa meminta Garuda segera mengatasinya.

BUMN transportasi itu diminta mencari sumber-sumber kesalahan pada Integrated Operational Control System (IOCS). Menteri juga menyatakan pihaknya melakukan evaluasi pada direksi Garuda karena perubahan sistem lama ke sistem baru yang bermasalah itu.

Direktur IT dan Strategis Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan adalah salah satu yang direktur yang terancam dievaluasi. Ia mengaku akibat peralihan sistem integrasi yang menyebabkan kacaunya jadwal penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero), BUMN penerbangan ini kehilangan potensi pendapatan lebih dari Rp2,5 miliar.

PT Garuda Indonesia memperkirakan kerugian akibat pesawat yang batal terbang paling sedikit Rp 2,5 miliar. "Jumlah itu adalah opportunity loss akibat pesawat batal berangkat," kata Direktur Teknologi Informasi dan Strategis Garuda, Elisa Lumbantoruan, saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jumat (26/11). 

Sejak Minggu lalu (21/11) Garuda menerapkan sistem IOCS. Sistem teknologi informasi senilai US$ 1,5 juta itu digunakan untuk memantau pergerakan pesawat, kru, dan lalu lintas penerbangan. Namun sistem tersebut gagal dioperasikan.

Akibatnya, selama empat hari terjadinya gangguan,  ada 26 penerbangan dibatalkan, terdiri 11 pembatalan penerbangan  pada Minggu, 10 pada hari Senin, dan 5 penerbangan gagal berangkat hari Selasa.

Angka kerugian tersebut merupakan perkiraan kasar yang dihitung dari jumlah kursi yang seharusnya terjual. "Satu penerbangan 140 kursi dikalikan 26," kata Elisa. Selain itu, Garuda juga harus membayar biaya hotel bagi penumpang yang terlambat berangkat sebesar Rp 240 juta.

Angka Rp 2,5 miliar juga belum termasuk kerugian akibat pembayaran uang ganti rugi. Selain mengganti tiket penumpang, Garuda juga membayar ganti rugi senilai 1 kali harga tiket. Penumpang yang batal berangkat dan mengembalikan tiket akan mendapat ganti rugi 2 kali harga tiket.

0 comments: