Biografi Abu Tholut

Abu Tholut . Inilah riwayat dan sepak terjang tersangka teroris Abu Tholut. Di Jawa, Tholut menjadi qiyadah asykari (panglima militer) yang levelnya tertinggi. Selain jago soal teknik, Tholut yang pernah berkuliah di Jogjakarta itu merupakan ideolog sejati.

Tholut adalah assabiqunal awwalun (generasi pertama) mujahidin Indonesia yang berangkat ke Afghanistan pada 1985. Dia menjadi mudharib (instruktur) bagi angkatan-angkatan sesudahnya yang dikumpulkan oleh tanzhim Ittihad Al Islami di Sadda, Afghanistan.

Setelah pulang dari Afghanistan, Abu Tholut merintis Kamp Hudaibiyah di Filipina Selatan bersama Nasir Abbas. Dia juga diamanahi sebagai ketua mantiqi (setara divisi dalam militer) III Jamaah Islamiyah yang membawahkan Indonesia Timur, Sabah, dan Serawak.

Saat kerusuhan Ambon dan Poso meletus, Tholut menjadi pengendali para mujahidin yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Dia pernah ditahan pada 2003. Tapi, tidak dalam kasus terorisme, melainkan kasus penyimpanan senjata api. Dia bebas pada 27 Agustus 2007.

Adik Tholut, Kusniati, pernah menuturkan bahwa Tholut hidup normal dalam keluarga besarnya setelah bebas. Dia hidup bersama enam saudaranya. Mereka berkumpul saat Idul Fitri dan bahkan saling membantu dalam bisnis pupuk organik serta tanaman hias.

Akhirnya tersangka teroris Abu Tholut ditangkap Densus 88 Antiteror di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat 10 Desember kemarin. Proses penangkapan ini melibatkan sebanyak 25 personel polisi.
Penangkapan Tholut pun dikomentari Ustad Abu Bakar Ba’asyir Jumat lalu (10/12) di Rutan Bareskrim Mabes Polri. Dia yakin penangkapan itu hanya merupakan upaya polisi untuk mengaitkan jaringan orang-orang yang berlatih di Aceh dengan dirinya. "Saya memang pernah ditunjukkan videonya (latihan). Saya bilang I’dad itu baik tapi harus konsisten. Kalau sudah berani pakai senjata, ya jangan menyerah kalau dikepung polisi," ujarnya.
Sementara itu, tim Densus 88 kemarin bergerak ke Tegal, Jawa Tengah. Mereka menangkap Sukirno yang diduga sebagai salah seorang pelapis (bodyguard) Tholut.

Sukirno ditangkap di Desa Pekauman Kulon, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Tepatnya di sebuah toko suvenir di Jalan Raya Karanganyar, selatan pom bensin. Penangkapan berlangsung pukul 06.30. Di toko itu, Densus menemukan sepucuk senjata laras panjang; 180 butir amunisi; 75 butir peluru kaliber 5,56 milimeter; serta sebuah laptop dan compact disc (CD).

Kadivhumas Polri Irjen Iskandar Hasan membenarkan adanya penangkapan Sukirno tersebut. "Status dia sudah menjadi tersangka," tegas jenderal berbintang dua itu. Dia memastikan bahwa tim masih bekerja di lapangan. "Masih ada pengejaran sisa-sisa anggota jaringan (Abu Tholut)," katanya.

Kemarin, anggota Polda Jateng kembali mendatangi Desa Bae, Kudus, tempat Tholut ditangkap. Mereka mengambil sampel darah anak Tholut dan istrinya untuk kepentingan identifikasi.

Di bagian lain, Achmad Michdan, anggota Tim Pengacara Muslim, menyatakan akan mengirimkan tim investigasi independen ke Kudus untuk mengecek informasi soal penembakan Tholut saat ditangkap. "Kami akan mendampingi keluarganya," ujarnya. Densus 88 sudha meringkus Abu Tholut yang diduga ahli perang lulusan Afghanistan. Tersangka teroris ini sangat ditakuti. Namun selain jadi teroris, Abu Tholut juga diduga tersangka perampokan Bank CIMB Niaga cabang Medan.

2 comments:

Anonymous said...

My cousin recommended this blog and she was totally right keep up the fantastic work!

admin said...

thanks...