Curhat Presiden

Curhat Presiden. Kali ini Presiden SBY curhat soal gajinya yang tidak naik-naik selama 7 tahun terakhir ini. Ia mengatakan ini saat berbicara di Rapim TNI dan Polri di Balai Samudera, Kelapa Gaing, Jakarta Utara, pada Jumat (21/1) lalu. Dan hal ini menimbulkan banyak reaksi dan komentar dari berbagai kalangan masyarakat.

Curhat Presiden SBY yang menyebut gaji-nya tidak naik 6-7 tahun belakangan ini dinilai memalukan. Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra) menilai Presiden seharusnya prihatin bukan mengeluh.

Gaji Presiden SBY mencapai Rp 1,128 miliar per tahun. Jumlah tersebut sebenarnya cukup besar bila dibandingkan dengan gaji Presiden China Hu Jintao yang hanya Rp 96,6 juta per tahun. Demikian dikatakan Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono.

Tak hanya itu, dia juga membandingkan tanggung jawab dua Kepala Negara tersebut. Kata Arief, kerja Presiden China lebih lebih sulit daripada Presiden SBY. Karena SBY hanya memimpin 230 juta penduduk. Sedangkan President Hu Jintao mengatur hampir dua milyar penduduk.

"Tidak itu saja, President Hu Jintao juga dituntut untuk bisa menstabilkan harga pangan dan cadangan pangan di China, serta wajib menyejahterakan rakyatnya, tapi SBY adalah sebaliknya, malah masa bodoh dengan harga pangan yang terus meroket dan gagal menyejahterakan para petani," tegasnya.

Karena itu, dia menyesalkan, pernyataan Presiden SBY yang mengaku selama menjabat sebagai Presiden, gajinya tidak pernah naik. Menurutnya, tidak pada tempatnya Presiden mengungkapkan hal tersebut. Bahkan, dia menegaskan, hanya Presiden Indonesia di dunia yang pernah curhat tentang gaji yang tidak naik selama memimpin.

"Sungguh sangat tidak pantas ini diucapkan di depan umum bagi seorang Presiden apalagi di depan para petinggi Polri dan TNI dan didengar oleh para prajurit TNI, Polri serta rakyat yang lagi kelaparan dan kesulitan di pengungsian akibat bencana alam," tandasnya.

Jika melihat laporan majalah bergengsi asal Inggris, The Economist, yang melakukan survei menempatkan kalau gaji presiden di Indonesia merupakan gaji dengan kesenjangan tertinggi ketiga dari 22 negara. Menurut The Economist, gaji per tahun yang diterima Presiden SBY mencapai 124.171 dolar per tahun.

Majalah tersebut mengungkapkan, dengan angka tersebut berarti gaji SBY 28 kali lipat dari pendapatan per kapita rakyat Indonesia. Satu hal yang menarik jika dibandingkan dari data The Economist, gaji Presiden SBY dengan sejumlah pemimpin dunia.

Seperti halnya dengan gaji Perdana Menteri Cina dan Perdana Menteri India. Kedua negara tersebut pertumbuhan ekonominya jauh lebih maju dari Indonesia. Ternyata, di Cina gaji PM Cina sekitar 2,5 kali lipat dari pendapatan per kapita penduduknya. Sementara India lebih kecil lagi, yaitu gaji PM India sekitar dua kali lipat dari pendapatan per kapita penduduknya.

Secara nominal dolar AS pun, gaji SBY lebih tinggi dari gaji PM Cina yang tercatat 10.633 dolar per tahun, sedangkan India jauh lebih kecil lagi, 4.106 dolar per tahun. Itu berarti bila dibandingkan antara gaji Presiden Indonesia dengan PM Cina dan PM India, maka gaji SBY besarnya 12 kali gaji PM Cina dan 30 kali gaji PM India.

0 comments: