Email Eli Cohen

Email Eli CohenEli Cohen adalah agen rahasia Israel lahir pada 26 Desember 1924 dan wafat pada 18 Mei 1965. Sedangkan di Indonesia Eli Cohen yang menamakan diri sebagai pegawai pajak di lingkungan kementerian Keuangan Republik Indonesia mengirim surat kaleng kepada Presiden yang sangat menggemparkan berbagai kalangan.

Meski menyatakan diri sebagai pajak. Namun sepertinya Eli Cohen Indonesia ini juga ingin menjadi salah satu agen rahasia. Hal ini terbukti dari surat kaleng yang dikirimnya ke Presiden, terkait dengan pertandingan Timnas Indonesia vs Malaysia sebulan yang silam tepatnya pada partai final Piala AFF 2010.

Surat kaleng yang dikirim oleh Eli Cohen Indonesia ini bukan cuma kepada Presiden semata. Namun juga ditembuskan kepada Menteri Olahraga, Ketua KPK, Ketua DPR, serta Ketua KONI. Adapun isi dari surat tersebut adalah menyebutkan adanya dugaan praktik jual beli pertandingan timnas Indonesia yang dilakukan oleh pejabat PSSI terhadap bandar judi kelas kakap di Malaysia.

Surat elektronik yang dikirimkan Eli Cohen cukup mengejutkan publik. Sekretaris Umum PSSI, Nugraha Besoes, menyebutnya tudingan yang kejam. 

Inilah isi email Eli Cohen :
From: eli cohen
Date: Sun, 30 Jan 2011 14:36:16 +0700
To: ; ;
Subject: Mohon Penyelidikan Skandal Suap saat Piala AFF di Malaysia

Kepada Yth. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Indonesia
Di Jakarta

Dengan Hormat, Perkenalkan nama saya Eli Cohen, pegawai pajak dilingkungan kementrian Keuangan Republik Indonesia. Semoga Bapak Presiden dalam keadaan sehat selalu.
Minggu ini saya membaca majalah tempo, yang mengangkat tema khusus soal PSSI. Saya ingin menyampaikan informasi terkait dengan apa yang saya dengar dari salah satu wajib pajak yang saya periksa dan kebetulan adalah pengurus PSSI (maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya) . Dari testimony yang disampaikan ternyata sangat mengejutkan yaitu adanya dugaan skandal suap yang terjadi dalam Final Piala AFF yang dilangsungkan di Malaysia.

Disampaikan bahwa kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia saat itu adalah sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Hal ini terjadi karena adanya permainan atau skandal suap yang dilakukan oleh Bandar Judi di Malaysia dengan petinggi penting di PSSI yaitu XX dan XXX (ia menulis inisial dua nama, Red).

Dari kekalahan tim Indonesia ini baik Bandar judi maupun 2 orang oknum PSSI ini meraup untung puluhan miliar rupiah.

Informasi dari kawan saya, saat dikamar ganti dua orang oknum PSSI ini masuk ke ruang ganti pemain (menurut aturan resmi seharusnya hal ini dilarang) untuk memberikan instruksi kepada oknum pemain. Insiden “laser” dinilai sebagai salah satu desain dan pemicunya untuk mematahkan semangat bertanding.

Keuntungan yang diperoleh oleh dua oknum ini dari Bandar judi ini digunakan untuk kepentingan kongres PSSI yang dilangsungkan pada tahun ini. Uang tersebut untuk menyuap peserta kongres agar memilih XX kembali sebagai Ketua Umum PSSI pada periode berikutnya.
Saya bukan penggemar sepak bola, namun sebagai seorang nasionalis dan cinta tanah air saya sangat marah atas informasi ini. Nasionalisme kita seakan sudah dijual kepada bandar judi untuk kepentingan pribadi oleh oknum PSSI yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karenanya saya meminta Bapak Presiden untuk melakukan penyelidikan atas skandal suap yang sangat memalukan ini.
Semoga Tuhan memberkati Negara ini.

Hormat Kami, Eli Cohen Pegawai Pajak
Tembusan 1. Menteri Olah Raga 2. Ketua KPK 3. Ketua DPR 4. Ketua KONI
 
Dilain pihak, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku belum mengetahui surat kaleng dari seseorang bernama Eli Cohen yang menuding telah terjadi praktik suap saat Timnas Indonesia dikalahkan Malaysia 3-0 di Piala AFF 2010.

Menurut Julian, persoalan tersebut adalah ruang Menteri Pemuda dan Olahraga untuk menyelidikinya. Sebab, hingga kini SBY belum mengetahui perihal dugaan suap tersebut. "Silakan tanya kepada PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga," tutupnya. 

Menanggapi hal ini, Sekjen PSSI Nugraha Besoes secara tegas membantah isu tersebut. Menurut Nunu (sapaan Nugraha), kabar tersebut tidak dapat dipastikan kebenarannya. “Harus dicek dahulu, apakah Eli Cohen itu benar-benar pegawai pajak atau bukan. Kalau memang mau mengungkap sesuatu harus berdasarkan identitas dan fakta yang jelas,” kata Nunu. 
Menurut Nunu, tindakan yang dilakukan Eli Cohen hanyalah wujud ketidakpuasan atas kepengurusan PSSI sekarang ini. Namun, Nunu enggan mengomentari lebih jauh soal siapa dibalik Eli Cohen.

0 comments: