Foto Lahar Dingin. Banjir lahar dingin benar-benar meluluh lantakkan daerah Magelang dan Yogyakarta. Banjir lahar dingin Gunung Merapi tak berhenti mengancam masyarakat Magelang, Jawa Tengah dan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan berbagai kerugian dan kerusakan yang terjadi akibatnya.
Banjir material vulkanik yang menerjang Kali Putih, Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Minggu (9/1) malam, mengakibatkan jalan yang menghubungkan Kecamatan Muntilan-Ngluwar di desa tersebut berubah menjadi sungai yang mengalirkan lahar. Terjangan lahar dingin itu juga menyebabkan 10 kendaraan roda empat,tiga di antaranya truk, terjebak dan tertimbun material lahar dingin di jalan tersebut. Sekitar 57 rumah hanyut dan ratusan rumah lainnya terendam pasir dan bebatuan dengan ketinggian satu hingga empat meter. Banjir lahar juga mengakibatkan tujuh dusun terisolasi dan seorang warga meninggal.
Adapun di wilayah Sleman, DIY, bencana lahar dingin yang terjadi pada waktu hampir bersamaan mengakibatkan tiga rumah warga Dusun Besalen, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan hanyut setelah tanggul Kali Gendol yang melintas di dusun setempat jebol.Selain itu,13 rumah warga di Dusun Besalan dan Guling, Desa Argomulyo, Cangkringan terendam lahar dingin Merapi. Di dusun ini,batu berukuran besar serta material dengan bau belerang menyengat juga masih tercium. Dari pantauan lapangan,banjir lahar dingin di Kabupaten Magelang kali ini luar biasa besar dan diperkirakan lima kali lipat dibanding sebelumnya. Banjir lahar dingin paling parah terjadi di Desa Sirahan,Kecamatan Salam.
Hampir semua wilayah desa itu terendam material pasir dan bebatuan besar.Untuk diketahui, paca-erupsi sudah empat kali lahar dingin menerjang jalan utama Magelang-Yogyakarta dan desa. Lahar dingin dilaporkan juga merendam lima sekolahan di daerah tersebut, satu di antaranya hanyut tanpa bekas. Akibatnya, ratusan siswa terpaksa libur sekolah. Kepala Desa Sirahan, Muryono menuturkan, tujuh dusun di desanya saat ini terisolir banjir lahan dingin. Dusun dimaksud adalah Dusun Salakan, Jetis, Glagah, Sirahan, Gemampang, Gebayan, dan Tempelan. Banjir lahar membuat jalan penghubung Kecamatan Muntiln-Ngluwar di desa itu menjadi aliran sungai sehingga warga yang berada di dusun tersebut tidak mempunyai akses masuk dan keluar.
Banjir material vulkanik yang menerjang Kali Putih, Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Minggu (9/1) malam, mengakibatkan jalan yang menghubungkan Kecamatan Muntilan-Ngluwar di desa tersebut berubah menjadi sungai yang mengalirkan lahar. Terjangan lahar dingin itu juga menyebabkan 10 kendaraan roda empat,tiga di antaranya truk, terjebak dan tertimbun material lahar dingin di jalan tersebut. Sekitar 57 rumah hanyut dan ratusan rumah lainnya terendam pasir dan bebatuan dengan ketinggian satu hingga empat meter. Banjir lahar juga mengakibatkan tujuh dusun terisolasi dan seorang warga meninggal.
Adapun di wilayah Sleman, DIY, bencana lahar dingin yang terjadi pada waktu hampir bersamaan mengakibatkan tiga rumah warga Dusun Besalen, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan hanyut setelah tanggul Kali Gendol yang melintas di dusun setempat jebol.Selain itu,13 rumah warga di Dusun Besalan dan Guling, Desa Argomulyo, Cangkringan terendam lahar dingin Merapi. Di dusun ini,batu berukuran besar serta material dengan bau belerang menyengat juga masih tercium. Dari pantauan lapangan,banjir lahar dingin di Kabupaten Magelang kali ini luar biasa besar dan diperkirakan lima kali lipat dibanding sebelumnya. Banjir lahar dingin paling parah terjadi di Desa Sirahan,Kecamatan Salam.
Hampir semua wilayah desa itu terendam material pasir dan bebatuan besar.Untuk diketahui, paca-erupsi sudah empat kali lahar dingin menerjang jalan utama Magelang-Yogyakarta dan desa. Lahar dingin dilaporkan juga merendam lima sekolahan di daerah tersebut, satu di antaranya hanyut tanpa bekas. Akibatnya, ratusan siswa terpaksa libur sekolah. Kepala Desa Sirahan, Muryono menuturkan, tujuh dusun di desanya saat ini terisolir banjir lahan dingin. Dusun dimaksud adalah Dusun Salakan, Jetis, Glagah, Sirahan, Gemampang, Gebayan, dan Tempelan. Banjir lahar membuat jalan penghubung Kecamatan Muntiln-Ngluwar di desa itu menjadi aliran sungai sehingga warga yang berada di dusun tersebut tidak mempunyai akses masuk dan keluar.
Sementara itu, pascabanjir lahar Kali Putih yang mengakibatkan terputusnya jalur Yogyakarta– Magelang, lalu lintas yang melewati jalur tersebut harus dialihkan ke jalur alternatif arah barat melalui wilayah Purworejo-Borobudur-Magelang sejauh 30 km. Petugas Pengawas Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) Tri Nugroho menyarankan truk angkutan berbadan besar sebaiknya melewati rute Temanggung-Magelang. Meski perjalanan akan lebihjauh, jalur tersebut lebih aman dilalui karena kualitas jalan memang diperuntukkan bagi truk besar.“Itu jalan negara, truk besar sebaiknya melewati rute tersebut,” ujar Tri Nugroho saat memantau jembatan Tempel Sleman,kemarin. Adapun material lahar yang menutupi Jalan Magelang–Yogyakarta kemarin sudah dikeruk.
Berikut Foto-foto Banjir lahar Dingin tersebut :
















0 comments:
Post a Comment