Kebohongan Pemerintah. Kritikan terhadap jalannya pemerintahan Presiden SBY pada periode kedua kepemimpinannya ini akhir-akhir ini banyak diperbincangkan oleh publik. Terutama para pemuka agama. Sekitar 100 tokoh dari berbagai latar belakang berkumpul dengan agenda khusus membahas kebohongan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono. Pemerintah diminta untuk memberi perhatian terhadap pernyataan para pemuka agama soal kebohongan pemerintah terhadap publik untuk mencegah adanya gerakan massa yang kontra produktif.
Para tokoh yang hadir, antara lain, mantan Menkeu Fuad Bawzier, mantan KSAD Tyasno Sudarto, Permadi, Yudi Latief, Yuddy Chrisnandi, Adi Massardi, Effendy Choirie, Mahfudz Siddik, Martin Hutabarat, dan Indra J Piliang.
Pertemuan tersebut untuk membulatkan tekad dan berani menyatakan kebenaran agar bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar dan sejahtera. Mereka kumpul dalam meja bundar berhak memberikan pendapat apakah kebohongan tersebut dibiarkan. Akan diambil sebuah keputusan nantinya seperti yang dikatakan para tokoh lintas agama
Peneliti budaya Universitas Indonesia, Devie Rahmawati mengatakan pernyataan yang dilontarkan pemuka agama itu berpeluang besar menjadi gelombang ketidakpuasan.
Tidak hanya itu saja pernyataan para pemuka itu juga merepresentasikan kegelisahan dalam banyak kalangan dari persoalan bangsa ditambah para tokoh agama ini juga mewakili basis masing-masing sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penguasa berpengaruh.
Kelemahan pemerintah saat ini karena mengarah semua senjata kesemua target sehingga sulit bagi audiens untuk melihat target mana yang berhasil dilumpuhkan.
Inilah yang akhir-akhir ini mencuat di media massa. Ini dikeluarkan oleh aktivis yang tergabung dari berbagai LSM yang bersuara mengkritik
Adalah ke 18 Kebohongan Pemerintah ini terdiri dari 9 kebohongan lama, dan 9 kebohongan yang baru:
Adapun 9 Kebohongan Lama tersebut terdiri dari:
1. angka kemiskinan yang semakin meningkat,
2. kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi,
3. ketahanan pangan dan energi yang gagal total,
4. anggaran pendidikan yang terus menurun,
5. pemberantasan teroris yang belum maksimal,
6. penegakan HAM yang tidak ada tindak lanjut hukumnya.
7. kasus Lapindo yang penyelesaiannya belum jelas,
8. kasus Newmont yang nyatanya terus saja membuang limbah tailing ke Laut Teluk Senunu, NTB sebanyak 120 ribu ton
9. terakhir freeport sampai tahun 2011 ini,
"tidak terlihat upaya signifikan untuk melakukan renegosiasi kontrak," kata aktivis lainnya Denny Furqon.
Sementara 9 kebohongan pemerintah yang baru yang dicatat oleh para aktivis yang tergabung dari berbagai LSM itu antara lain:
1. tidak transparansi dalam menjalankan pemerintahan.
"Untuk transparansi pemerintahan kita mencatat SBY mengatakan dia menerima surat tertanggal 25 April dari Zoelick dan meminta Sri Mulyani bekerja di Bank Dunia pada 30 April. Nyatanya, yang terjadi beberapa pejabat di Kementerian Keuangan menyatakan bahwa Sri Mulyani sesungguhnya dipaksa mengundurkan diri dan ditawarkan pekerjaan di Bank Dunia sebagai jalan keluar yang tidak mempermalukannya," beber aktivis Stevanus Gusma.
2. kebebasan beragama dan persatuan bangsa seperti yang dicanangkan SBY hanya angin lalu. Tak hanya kebebasan beragama, kebebasan pers juga hanya impian insan pers. "Untuk kebebasan beragama sepanjang tahun 2010 ini saja terjadi 33 kali penyerangan fisik atas nama agama."
3. Dan untuk kebebasan pers LBH Pers mencatat untuh tahun 2010 ini, ada 66 kasus fisik dan non fisik yang terjadi pada insan pers. Untuk yang tewas tercata 4 kasus," jelas Riza Damanik.
4. kasus pelecahan dan kekerasan terhadap para TKI di luar negeri nyatanya tidak pernah menghasilkan solusi yang baik dikalangan pemerintah. Tak hanya nasib TKI di dibiarkan terkatung-katung,
5.pemerintah Indonesia juga tidak bisa berbuat banyak saat Kedaulatan NKRI terkait penangkapan 3 petugas KKP beberapa waktu lalu oleh polisi Malaysia.
6. Yang paling menyedihkan, 3 dari 9 kebohongan rezim SBY menyangkut penegakan hukum di Indonesia. Slogan siap memberantas korupsi hanya terlaksana 24 persen sepanjang tahun 2010.
7. "Kasus rekening gendut perwira Polri pemiliknya masih misteri, bahkan mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri mengatakan kasus ini sudah ditutup, sampai 2010 juli kami mencatat ada 122 saksi/pelapor
8. anti korupsi yang mendapat intimidasi dan kekerasan, juga dikriminalisasi.
9. Yang terakhir terkuaknya kasus plesiran tahanan Gayus Tambunan," ungkap aktivis ICW Tama S Langkun
Adalah ke 18 Kebohongan Pemerintah ini terdiri dari 9 kebohongan lama, dan 9 kebohongan yang baru:
Adapun 9 Kebohongan Lama tersebut terdiri dari:
1. angka kemiskinan yang semakin meningkat,
2. kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi,
3. ketahanan pangan dan energi yang gagal total,
4. anggaran pendidikan yang terus menurun,
5. pemberantasan teroris yang belum maksimal,
6. penegakan HAM yang tidak ada tindak lanjut hukumnya.
7. kasus Lapindo yang penyelesaiannya belum jelas,
8. kasus Newmont yang nyatanya terus saja membuang limbah tailing ke Laut Teluk Senunu, NTB sebanyak 120 ribu ton
9. terakhir freeport sampai tahun 2011 ini,
"tidak terlihat upaya signifikan untuk melakukan renegosiasi kontrak," kata aktivis lainnya Denny Furqon.
Sementara 9 kebohongan pemerintah yang baru yang dicatat oleh para aktivis yang tergabung dari berbagai LSM itu antara lain:
1. tidak transparansi dalam menjalankan pemerintahan.
"Untuk transparansi pemerintahan kita mencatat SBY mengatakan dia menerima surat tertanggal 25 April dari Zoelick dan meminta Sri Mulyani bekerja di Bank Dunia pada 30 April. Nyatanya, yang terjadi beberapa pejabat di Kementerian Keuangan menyatakan bahwa Sri Mulyani sesungguhnya dipaksa mengundurkan diri dan ditawarkan pekerjaan di Bank Dunia sebagai jalan keluar yang tidak mempermalukannya," beber aktivis Stevanus Gusma.
2. kebebasan beragama dan persatuan bangsa seperti yang dicanangkan SBY hanya angin lalu. Tak hanya kebebasan beragama, kebebasan pers juga hanya impian insan pers. "Untuk kebebasan beragama sepanjang tahun 2010 ini saja terjadi 33 kali penyerangan fisik atas nama agama."
3. Dan untuk kebebasan pers LBH Pers mencatat untuh tahun 2010 ini, ada 66 kasus fisik dan non fisik yang terjadi pada insan pers. Untuk yang tewas tercata 4 kasus," jelas Riza Damanik.
4. kasus pelecahan dan kekerasan terhadap para TKI di luar negeri nyatanya tidak pernah menghasilkan solusi yang baik dikalangan pemerintah. Tak hanya nasib TKI di dibiarkan terkatung-katung,
5.pemerintah Indonesia juga tidak bisa berbuat banyak saat Kedaulatan NKRI terkait penangkapan 3 petugas KKP beberapa waktu lalu oleh polisi Malaysia.
6. Yang paling menyedihkan, 3 dari 9 kebohongan rezim SBY menyangkut penegakan hukum di Indonesia. Slogan siap memberantas korupsi hanya terlaksana 24 persen sepanjang tahun 2010.
7. "Kasus rekening gendut perwira Polri pemiliknya masih misteri, bahkan mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri mengatakan kasus ini sudah ditutup, sampai 2010 juli kami mencatat ada 122 saksi/pelapor
8. anti korupsi yang mendapat intimidasi dan kekerasan, juga dikriminalisasi.
9. Yang terakhir terkuaknya kasus plesiran tahanan Gayus Tambunan," ungkap aktivis ICW Tama S Langkun


1 comments:
czemu nie:)
Post a Comment