Sri Estuningsih. Polemik ini bermula ketika para peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan adanya kontaminasi Enterobacter Sakazakii sebesar 22,73 persen dari 22 sampel susu formula yang beredar tahun 2003 hingga 2006. Hasil riset itu dilansir Februari 2008. Namun, IPB tidak bersedia menyebutkan merek susu yang dimaksud.
Berita mengenai susu formula berbakteri menimbulkan keresahan masyarakat. Banyak yang bertanya-tanya manakah susu formula yang berbakteri maupun yang bebas dari bakteri. Adalah bakteri Enterobacter Sakazakii penyebabnya, namun dengan penemuan ini masyarakat menjadi tahu dan bisa memilih susu formula yang baik. Meski sampai kini belum ada kejelasan susu formula merek apa yang terkontaminasi itu.
Berikut adalah Foto Dan Profil Sri Estuningsih, Drh. MSi. Dr. Penemu bakteri Enterobacter Sakazakii :
Nama : Sri Estuningsih, Drh. MSi. Dr
Departemen : Klinik, Reproduksi dan Patologi
Bagian : Patologi
Latar Belakang Pendidikan :
* Institut Pertanian Bogor, Indonesia, 1988, Kedokteran Hewan (S1)
* Institut Pertanian Bogor, Indonesia, 1998, Kultur Jaringan dan Mikrobiologi (S2)
* Institut Pertanian Bogor, Indonesia, 2001, Patologi dan Mikrobiologi (S3)
Kepakaran : Veterinary Patholgy
* In vivo assay on immunostimulant property of Virgin Cocconut Oil, Pandanus conoidales
* Pathogenicity and Pathogenesis of Enterobacter (Chronobacter) sakazakii isolated from infant formula using mouse as model
* Developing of Irradiated Streptococcus agalactia isolated from subclinical mastitis for vaccine candidate against Bovine subclinical mastitis.
* Study on the corelation between Candida albicans with immunosupression broiler chicken.
* Pathogenicity and Pathogenesis of Enterobacter (Chronobacter) sakazakii isolated from infant formula using mouse as model
* Developing of Irradiated Streptococcus agalactia isolated from subclinical mastitis for vaccine candidate against Bovine subclinical mastitis.
* Study on the corelation between Candida albicans with immunosupression broiler chicken.


0 comments:
Post a Comment