Konflik Anang Vs Syahrini

Konflik Anang Vs Syahrini. Konflik antara Anang - Syahrini kian memanas. Perlahan-lahan alasan pecahnya duet Syahrini - Anang Hermansyah mulai terkuak. Hal itu terungkap dari kisah yang dituturkan produser HP Record,  Hadi Sunyoto, Iwan Sastrawijaya, produser Pelangi Record yang mengontrak Syahrini, selain Anang Hermansyah dan Syahrini sendiri.

Syahrini memang pernah menjadi buah bibir masyarakat karena sukses berduet dengan Anang. Namun, saat ia berada di puncak karier, Anang justru lebih memilih untuk meninggalkannya. Tak lama setelah memutuskan kontraknya, Anang menggaet Ashanty sebagai pasangan duet barunya. Syahrini pun menilai sosok Ashanty sebagai orang yang telah mempengaruhi Anang.

Namun hal tersebut dibantah Anang, melalui produsernya Hadi Sanyoto. Menurutnya, semua yang dikatakan Syahrini dalam tabloid tersebut semuanya bohong. Hadi Sunyoto, orang tua angkat musisi Anang Hermansyah mengungkapkan kalau dirinya yang memperkenalkan Syahrini dengan produser Iwan Sastra Wijaya, yang kemudian mengontraknya dua album sekaligus.

Hadi juga menyampaikan keterlibatan Anang dalam lagu Aku Tak Biasa yang belakangan melejitkan Syahrini. Menurutnya, Anang dikontrak oleh Iwan untuk menggarap album pertama Syahrini yang berisi 10 lagu, termasuk lagu Aku Tak Biasa. Lagu itu menjadi awal dari dua album yang direncanakan.

Pernyataan Hadi ini sekaligus membantah statemen Syahrini yang mengatakan jika selama berduet dengan Anang, tidak pernah mendapatkan kontrak yang jelas. Anang juga dianggap menyalahi kontrak dengan Pelangi Record milik Iwan Sastra Wijaya, di mana Anang tidak bisa memenuhi kewajibannya untuk membuat satu album untuk Syahrini.

Tidak sepenuhnya benar kalau Syahrini ditinggalkan oleh Anang. Semua karena Syahrini yang ingin secepatnya album solonya keluar bersamaan dengan duetnya dengan Anang. Banyak pertimbangan yang membuat Anang tidak setuju dengan keinginan Syahrini, yang akhirnya memilih lagu ciptaan orang lain, bukan Anang.

Hadi Sunyoto, orang tua angkat musisi Anang Hermansyah menduga kalau pernyataan Syahrini di majalah Femme baru-baru ini sekedar mencari sensasi dengan memojokkan mantan pasangan duetnya. 

Sedangkan dalam statemen Syahrini yang dimuat di Femme mengungkapkan jika selama berduet dengan Anang, tidak pernah mendapatkan kontrak yang jelas. Anang juga dianggap menyalahi kontrak dengan Pelangi Record milik Iwan Sastra Wijaya, di mana Anang tidak bisa memenuhi kewajibannya untuk membuat satu album untuk Syahrini. Syahrini akhirnya bicara soal mengapa ia menolak lagu-lagu Anang. Alasannya, lagu Anang jelek dan terkesan sombong.

"Judul lagunya, Aku Wanita Cantik. Syairnya begini kira-kira, 'gue wanita cantik, lo cowok-cowok di dunia ini, gue nggak butuh lo'," kata Aisyahrani, adik sekaligus manajer Syahrini. Rani, sapaan Aisyahrani, membantah kalau yang menolak lagu adalah Syahrini. Melainkan Iwan Sastrawijaya, produser Syahrini. "Liriknya terlalu sombong, angkuh. Pak Iwan yang menolak," sambung Rani.

Rani juga menuding, Anang memang terlihat sudah tidak lagi berhasrat membuatkan lagu untuk Syahrini. Hingga akhirnya Syahrini pasrah. "Pak Hadi yang paksa Anang untuk bikinin lagu. Syahrini bilang, 'ya sudah lah, kalau nggak mau nggak usah dipaksa'," katanya.

Hadi pun siap disumpah pocong jika bantahannya dianggap bohong. Karena justru Syahrini lah yang dianggap tidak bersabar dan ingin segera singlenya dikeluarkan bareng duetnya dengan Anang. Syahrini seperti kacang yang lupa sama kulitnya, karena justru menyalahkan Anang. Padahal profesinya bisa menanjak karena peran Anang.

Hadi Sunyoto bertutur, saat bertemu dengannya, Syahrini menyatakan ingin membuat album solo dan mencari produser yang sanggup membayarnya, lantaran namanya sudah ngetop. Hadi menyatakan, zaman sekarang tidak ada kontrak artis yang dibayar, melainkan kerjasama dengan sistim royalty. Meski demikian, dia lalu memperkenalkan dengan Iwan Sastrawidjaya yang sebelumnya memproduseri Alda Risma dan Fitri Handayani. Iwan tertarik.

Kepada Iwan Syahrini kemudian mengajukan angka Rp3 Miliar untuk tiga album. Iwan tak sanggup dengan angka itu, dan menawar Rp750 juta. Belakangan Syahrini menyanggupi, dan tidak minta uang tapi mobil. Selain itu, belakangan dia minta mobil Mercy 2 pintu yang harganya Rp1.1 miliar. Iwan akhirnya mematok angka Rp1 miliar. Syahrini diminta membayar sisanya.

Meski sudah menerima mobil, tak berarti proses rekaman mulus. Beberapa kali Syahrini menolak lagu yang diberikan untuknya. Bahkan pada lagu Patah, yang sudah disukai Anang dan Iwan. Buntutnya mereka pecah kongsi, Anang bahkan mengembalikan Rp150 juta dari Rp200 juta sebagai pencipta lagu dan penggarap albumnya.

3 comments:

WN-NL 2005 said...

Jadi pusing ni klo keadaannya begini

Hot Malaysian said...

syahrini banyak foto hot kan..



HotMalaysian

Akasyah said...

I luv Syahrini ...